Tuesday, 25 June 2019 | 10:26 AM

Pangkalpinang
13 October 2016,07:30 AM

BangkaNews -- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Rustam Effendi  meminta masyarakat Babel untuk tidak mudah terpancing atau terprovokasi, oleh hal- hal yang sebetulnya tidak dimaksudkan untuk menyakiti masyarakat Babel. 

Hal ini diungkapkan Rustam, atas ucapan Ketua umum DPP PDIP, Megawati Soekarno Putri yang mengidentikan perilaku sikap kasar dan tindakan bengis dari Ahok, sebagai identik dengan kebiasaan orang Bangka Belitung. Provinsi Babel yang dikenal dengan rumpun melayu ini, sangat sopan dan menjaga perilaku dalam bersikap, tidak seperti yang tunjukkan Ahok sebagai pemimpin. Pernyataan inilah yang mengusik hati masyarakat Babel.

"Bukan begitu, maksudnya bahwa memang kepribadian dan kebiasaan orang jawa dengan Sumatera termasuk Babel itu culturnya berbeda, (nada) suara yang agak keras, mungkin ada yang tidak seirama, karena pengaruh gelombang laut juga mempengaruhi, bukan maksudnya menyebutkan demikian," ujar Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Babel Rustam (12/10).

Ia juga menambahkan, dalam situasi politik yang sedang menghangat saat ini, ucapan sedikit saja bisa dipolitisir dan dibesarkan.

"Itulah suasana politis ya jadi begini, orang pasti mengedpankan sisi negatif, bukan positifnya. Sebenarnya bukan perilaku kurang ajar tak bermoralnya, tetapi yang nangkapnya kan berbeda," jelasnya.

Untuk itu, Rustam mengajak masyarakat Babel khususnya untuk tetap menjaga marwah Babel yang sopan, santun dan berbudi, sebagai rumpun melayu. Ia juga meminta agar hal ini tidak dipermasalahkan dan dibesar- besarkan.  (nyo)  

Komentar Anda