Wednesday, 18 September 2019 | 08:41 AM

Serumpun Sebalai
23 October 2016,09:28 PM

BangkaNews -  Sejumlah pelaku usaha mulai mengenyampingkan konsumen bertransaksi menggunakan uang pecahan logam. Seperti yang dialami warga Pangkalpinang Revi  saat mengisi BBM di SPBU 24.331.67 Kampung Dul Pangkalan Baru Bangka Tengah, Sabtu (22/10) siang kemarin.

Menurutnya, saat itu sekitar pukul 11.00 Siang, dirinya hendak mengisi BBM Pertamak Rp16.000 ribu. Dengan pecahan Rp5000 satu lembar, dua lembar uang Rp2000, dua uang logam Rp1000, dan recehan Rp500 sebanyak 10 buah. 

" Wah, kami dak terima uang recehan (logam-red), bisa dimarah oleh bos kami karena sering nombok," kata petugas Nozel dengan spontan.

Mendengar penjelasan itu, ia pun meminta petugas nozel untuk memanggil bosnya. Bahkan dirinya sempat protes, dan menanyakan alasan penolakan mata uang yang masih berlaku. Namun petugas SPBU tersebut tidak bisa memenuhinya.

" Tetap aja Om dak bisa, kita bisa kena marah, kalau logamnya cuma dua kita bisa terima. Ini juga masih banyak, bisa-bisa kami nombok, di SPBU lain pun sama," terangnya.

Perdebatan pun terjadi antara konsumen dengan petugas SPBU, hingga terjadi antrian kendaraan dibelakangnya. Melihat situasi yang tak nyaman itulah, ia pun terpaksa mengeluarkan nominal uang lainnya, dan petugas SPBU tersebut kembali mengembalikan uang recehan yang sempat diterimanya diatas jok motor.

" Ini bukan persoalan uang kecil besarnya. SPBU ini sudah salah mengintruksikan pegawainya menolak uang logam, dan ini pelajaran dengan harapan kedepan tidak ada lagi pelaku usaha seperti SPBU ini untuk menolak uang logam, coba jika ini betul-betul terjadi pada konsumen lainnya yang tidak membawa uang lebih, apa mau diambil kembali BBM yang sudah diisi dikendaraan, makanya Saya sengaja ekspose di media ini untuk edukasi agar tak ada lagi penolakan uang logam oleh para pelaku uasha," harapnya kepada BANGKANews.com, tadi malam.

Hingga berita ini diturunkan belum ada penjelasan resmi yang disampaikan pihak SPBU 24.331.67 Kampung Dul, yang coba dihubungi BANGKAnews.com. (uci/01)

Komentar Anda