Monday, 17 June 2019 | 11:44 PM

Sepakbola
17 February 2018,04:47 PM

BangkaNews.ID Jakarta - Tiga klub asal Spanyol - Real Madrid, Barcelona dan Atletico Madrid - mendominasi Liga Champions dalam empat tahun terakhir diprediksi akan berakhir musim ini. Klub asal Inggris dinilai sanggup meruntuhkan dominasi itu.


Dominasi ketiga klub itu memang sangat terlihat dalam 4 tahun terakhir. Real Madrid mampu meraih 3 gelar sementara Barcelona meraih satu gelar.


Dari 4 final terakhir bahkan terjadi dua kali final sesama tim Spanyol yaitu pada musim 2013-2014 dan 2015-2016. Kedua final itu mempertemukan Real Madrid kontrak Atletico Madrid.


Hanya satu klub yang berhasil sedikit menggoyahkan dominasi Real Madrid, Barcelona dan Atletico Madrid. Klub itu tak lain adalah Juventus yang berhasil dua kali masuk final dalam 4 tahun terakhir.


Namun sayangnya, Juventus selalu kalah di partai puncak. Pada musim 2014-2015 mereka ditekuk Barcelona sementara musim lalu kalah 4-2 dari Real Madrid.

Dominasi klub asal Spanyol mulai tegerus pada musim ini dengan tak lolosnya Atletico Madrid dari fase grup. Sebaliknya, lima tim Liga Inggris - Manchester City, Manchester United, Chelsea, Tottenham Hotspur dan Liverpool - semuanya lolos ke babak 16 besar.

Pertanda itu dibaca oleh jurnalis senior Inggris, Neil Ashton, sebagai kebangkitan dari klub-klub negeri Ratu Elizabeth. Apalagi pada fase grup Tottenham berhasil menundukkan Real Madrid dengan skor 3-1 pada laga di Stadion Wembley.

Harry Kane cs juga dinilai sudah lebih matang setelah menunjukkan mental baja dengan mengejar ketertinggalan 2 gol dari Juventus di kandang lawan dan pulang dengan hasil imbang 2-2 Rabu kemarin.

Kemenangan besar yang diperoleh Manchester City dan Liverpool juga menunjukkan bagaimana klub-klub Liga Inggris kian matang dan siap bertarung di kompetisi tertinggi di Eropa tersebut.

Bangkitnya perfoma klub Inggris di kancah Liga Champions menurut Ashton, tak lepas dari kedatangan sejumlah pelatih muda berbakat dalam beberapa tahun terakhir.

Mauricio Pochettino, Jurgen Klopp dan Pep Guardiola dinilai mengubah wajah sepak bola Inggris.Taktik yang diterapkan para pelatih muda tersebut membuat permainan tim asal Inggris tak lagi nomoton.

"Jurgen Klopp, Mauricio Pochettino dan Pep Guardiola semua bermain dengan rasa petualangan. Tetap memegang prinsip menyerang dan membawa tim mereka menang dengan elegan," tulis Ashton dalam kolomnya di laman The Sun, seperti dilansir dari tempo, Jumat, 16/02.

Di level individu, Liga Inggris juga berhasil membawa banyak pemain hebat yang membuat pembicaraan Liga Champions musim ini tak hanya seputar Cristiano Ronaldo, Lionel Messi dan Neymar. Harry Kane, Mohamed Salah, Kevin de Bruyne, Roberto Firmino, Sadio Mane, dinilai siap mencuri panggung dari Ronaldo, Messi dan Neymar.

Meskipun demikian, tesis bahwa klub Inggris akan mampu meruntuhkan dominasi klub Spanyol di Liga Champions masih harus diuji. Ujian terdekat adalah ketika Chelsea menjamu menjamu Barcelona dan Manchester United menyambangi markas Sevilla pada laga pertama babak 16 besar pekan depan.(*)


tempo/talksport

Komentar Anda