Tuesday, 22 October 2019 | 10:58 PM

Bangka Tengah
23 March 2019,07:18 AM

BangkaNews.Id, Mesu -- Rumah Baca Atap Langit menyuguhkan hal yang kreatif dan menyenangkan dalam mengampanyekan giat membaca buku. Selain kreatif dan inovatif, juga mesti gigih. Terkadang para penggiat literasi ini dianggap sebelah mata. Tak jarang yang menganggap kegiatan mereka itu hal sia-sia. 

Namun, hal itu tak mengurangi semangat mereka. Seperti dilakukan relawan Rumahbaca Ataplangit Desa Air Mesu Timur Kecamatan Pangkalanbaru Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam menyebar ”virus” membaca. 

Para relawan ini merupakan orang-orang yang lahir dan besar dalam dunia literasi. Mereka memahami kondisi dan sadar akan pentingnya membaca bagi masyarakat.  Salah satu relawan sekaligus Founder Rumahbaca Ataplangit, Poni Auri memilih menyatu dengan masyarakat dalam menumbuhkan minat membaca. 

Pria yang kerap disapa Poni ini merupakan tokoh muda literasi pilihan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, tahun 2017 kemarin. Dia besar dan banyak menghabiskan kesehariannya dalam dunia literasi. Poni memilih menjadi relawan dengan alasan ingin membantu menyalurkan minat dan bakat masyarakat. 

Pada saat diwawancarai awak media, Jumat (22/03 ) Poni mengatakan melalui kegiatan yang menyenangkan anak serta dapat memahami dan belajar membaca tanpa unsur paksaan. Bagi Poni, yang menarik ketika menjadi relawan ialah anak belum memahami suatu bacaan. 

" Saya pernah mengajari kutipan (nasihat, red) dari sebuah buku. Ketika mereka sudah mampu memahami bacaan, mereka akan membalikkan kutipan tersebut. Ini menjadi hal yang menarik bagi anak ketika mereka membahas kutipan- kutipan tersebut. Selain itu, melalui kegiatan kreatif dan inovatif akan lebih cepat menarik minat baca anak " ungkapnya.

Poni juga menambahkan dengan program SERBU ( Satu Rumah Sepuluh Buku ) diharapkan mampu menyebarkan virus membaca di zaman digital ini kepada masyarakat.

” Hal yang menyenangkan itu adalah ketika program kita diterima dan mendapat sambutan dari masyarakat. Pengembangan ini mulai kami lakukan sejak akhir tahun 2017 lalu, Hingga saat ini sudah ada sebanyak 2000 judul buku yang kami siapkan untuk di distribusikan kerumah-rumah,” jelasnya.

( red )

Komentar Anda