Tuesday, 25 June 2019 | 02:33 AM

Trending News
11 June 2019,06:02 PM

BangkaNews.id -- Tanjung Pandan Serma Rumawan Batih Tuud Koramil 01/Tanjungpandan memantau harga sejumlah komoditi bahan pangan pokok mulai turun setelah pasca Lebaran, seperti harga daging ayam ras yang tercatat Rp 35.000/kilogram (kg)-Rp40.000/kg (Selasa,11/6/2019)

Sejumlah pedagang menilai harga sejumlah komoditas pangan pada libur Lebaran tahun ini lebih rendah daripada periode yang sama pada tahun 2018 yang lalu.

Berdasarkan pantauan di Pasar Tradisional Tanjungpandan, harga daging ayam ras bervariasi di kisaran seharga Rp35.000/kg sampai dengan Rp 40.000/kg.

Sebelumnya, menjelang Lebaran harga daging ayam ras tercatat Rp 45.000/kg-Rp 50.000/kg. "Sekarang sudah mulai turun. Sempat Rp 40.000/kg lebih, sekarang mulai turun. Harganya cenderung lebih rendah daripada tahun lalu," kata salah seorang pedagang pak Budi saat ditemui di kiosnya.

Hal serupa disampaikan juga pedagang lainnya, Ibu Wati, Dia mengatakan harga daging ayam ras pada Senin lebih rendah daripada harga pada lebaran yang lalu mencapai Rp 50.000/kg. Dua pedagang itu sama-sama mengatakan penjualan daging ayam ras saat Lebaran tahun ini tidak meningkat signifikan, bahkan dinilai hampir sama dengan penjualan pada hari-hari biasa.

Sementara itu, harga telur ayam ras pada Selasa 11-6-2019 mencapai Rp 2.300/biji. Harga tersebut mulai berlaku sehari sebelum lebaran. Sebelumnya harga telur tercatat Rp 2.000 sampai Rp 2.200/butir 

Salah satu pedagang sembako di lapaknya menyampaikan "Harga telur ayam buras saat ini masih sama seperti Lebaran kemarin, Rp 2.300/biji. Sedangkan menjelang lebaran Idul Fitri dan libur panjang ini harga beras, gula pasir, minyak goreng kemasan, tepung terigu, susu, Gas LPG 3kg, harga cukup stabil bila di bandingkan dengan harga di hari-hari biasa memang ada kenaikan," terang Ibu Ani, 

Menurut kepala Pasar Tradisional Tanjungpandan, Bapak Iqbal mengatakan "Setelah libur panjang lebaran ini harga barang sembako juga di pantau secara terus menerus untuk mencegah terjadinya lonjakan kenaikan barang-barang Sembako ungkapnya. ( red )

Komentar Anda