Wednesday, 21 August 2019 | 06:31 PM

Wakil-Ketua-DPRD-Ajak-Gubernur-Desak-Kepemilikan-Saham-10-Persen-PT-Timah-
18 July 2019,06:56 AM

BangkaNews.id -- PANGKALPINANG Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung (Babel) Toni Purnama terus bersuara berkenaan kepemilikan saham 10 persen di perusahaan BUMN, PT Timah diberikan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel.

Dengan adanya saham di perusahaan plat merah itu, diharapkan Toni, Babel memiliki kekuatan atau kebijakan untuk menentukan jajaran petinggi yang ada di PT Timah seperti komisaris atau menambah jajaran direksi bahkan tidak menutup kemungkinan menentukan direktur utamanya.

Oleh karena itu, ia meminta Gubernur Babel dapat berkordinasi tidak hanya perihal administrasi akan tetapi mengumpulkan semua bupati/walikota beserta DPRD-nya untuk bersama menghadap Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan serta Presiden untuk memperjuangkan saham 10 persen tersebut.

"Kita buka saja data di Induk holding Inalum, ada berapa sih orang asal Babel yang menjadi petinggi di PT Timah, kita bukannya ingin mengembangkan politik rasis, tapi wajar dong kalau kita tidak mau jadi penonton. Dan 10 persen itu sangat wajar untuk menutup kerugian kita selama ini," ungkapnya kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, (18/7/2019).

Sebab, kata Toni, sangat disayangkan karena PT Timah bermarkas dan menghasilkan timah dari Babel tapi putra putri terbaiknya tidak mendapatkan posisi di komisaris seperti kondisi saat ini. "Ini artinya kita hanya menjadi penonton di daerah kita sendiri, sementara timah kita dikeruk sudah tiga abad lamanya," kata Toni.

Menurut Toni, bercermin dari Freeport, epemilikan saham 10 persen di PT Timah bisa saja diwujudkan "Freeport bisa kok daerahnya dapat 10 persen, belum lagi kabarnya PT Bukit Asam Tbk juga akan membuat pola seperti itu. Makanya Babel jangan sampai tertinggal! ayo pak Gubernur, bersama DPRD kita desak kepemilikan saham 10 persen ini, toh juga untuk masyarakat juga," kata Toni.

Hal ini menurut Toni, juga sudah disampaikan ke Kementerian BUMN pekan lalu dalam kunjungan kerjanya. Dijelaskan Toni, jika hanya bertumpu dengan royalti tiga persen yang selama ini diterima, tidak sebanding dengan kerusakan lingkungan hidup yang sudah sangat parah. "Apalagi tiga persen tersebut dibagi untuk tujuh kabupaten/kota dan satu provinsi," tukasnya.

"Dapat dibayangkan betapa hebatnya Babel jika benar diakomodasi pusat 10 persen saham ini," sebut Toni. Selain penting bagi Babel untuk mendapatkan saham 10 persen ini guna mengantisipasi "hengkangnya" PT Timah dari Babel lantaran semakin menipisnya deposit timah.

"Makanya ini sangat penting. Kalau tidak, kita hanya bisa gigit jari jika hanya bertumpu hanya dengan royalti. Namun sebaliknya, kalau kita bertumpu dengan saham, mau (PT Timah) hengkang keluar Babel kita masih dapat untung dari deviden, ini yang kita perkuat. Kita memikirkan pembangunan berkelanjutan bagi generasi selanjutnya," tambahnya lagi.(qiu)

Komentar Anda