Wednesday, 21 August 2019 | 06:33 PM

Tony-Purnama-Desak-Gubernur-Kumpul-Seluruh-Kepala-Daerah-
07 August 2019,10:31 PM

BangkaNews.id -- PANGKALPINANG - Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung (Babel) Tony Purnama kembali mendesak Gubernur Erzaldi Roesman untuk mengumpulkan seluruh kepala daerah di tujuh kabupaten/kota beserta DPRD-nya guna membahas pembagian saham 10 persen PT Timag untuk pemerintah daerah.

Hal ini kembali disinggung Tony mengingat perjuangan Gubernur Erzaldi yang terkesan berjuang sendiri dalam persoalan tersebut. "Pak gubernur kami minta untuk tidak berjalan sendiri-sendiri dalam persoalan ini. Segera kami minta pak gubernur kumpulkan semua bupati/walikota beserta DPRD-nya untuk menbahas bersama-sama," ungkapnya beberapa hari yang lalu.

Dengan bersatunya komponen di Babel, menurutnya akan menjadi lebih kuat dalam memperjuangkan saham 10 persen PT Timah untuk daerah. "Bersama-sama kita berjuang, jangan sendiri-sendiri. Kita berjuang sampai ke Presiden. Dan 10 persen itu sangat wajar untuk menutup kerugian kita selama ini," ungkapnya.

"Freeport bisa kok daerahnya dapat 10 persen, belum lagi kabarnya PT Bukit Asam Tbk juga akan membuat pola seperti itu. Makanya Babel jangan sampai tertinggal! ayo pak Gubernur, bersama DPRD kita desak kepemilikan saham 10 persen ini, toh juga untuk masyarakat juga," kata Toni.

Dijelaskan Toni, jika hanya bertumpu dengan royalti tiga persen yang selama ini diterima, tidak sebanding dengan kerusakan lingkungan hidup yang sudah sangat parah. "Apalagi tiga persen tersebut dibagi untuk tujuh kabupaten/kota dan satu provinsi," tukasnya. 

Dengan adanya saham di perusahaan plat merah itu, diharapkan Toni, Babel memiliki kekuatan atau kebijakan untuk menentukan jajaran petinggi yang ada di PT Timah seperti komisaris atau menambah jajaran direksi bahkan tidak menutup kemungkinan menentukan direktur utamanya.

"Dapat dibayangkan betapa hebatnya Babel jika benar diakomodasi pusat 10 persen saham ini," sebutnya. Selain penting bagi Babel untuk mendapatkan saham 10 persen ini guna mengantisipasi "hengkangnya" PT Timah dari Babel lantaran semakin menipisnya deposit timah.

"Makanya ini sangat penting. Kalau tidak, kita hanya bisa gigit jari jika hanya bertumpu hanya dengan royalti. Namun sebaliknya, kalau kita bertumpu dengan saham, mau (PT Timah) hengkang keluar Babel kita masih dapat untung dari deviden, ini yang kita perkuat. Kita memikirkan pembangunan berkelanjutan bagi generasi selanjutnya," tambahnya lagi.(qiu)

Komentar Anda