Friday, 22 November 2019 | 12:18 PM

Trending News
13 October 2019,01:44 AM

BangkaNews.id -- Bangka Tengah Tingginya potensinya ancaman dan jumlah masyarakat yang terpapar risiko bencana menyebabkan perlunya meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat secara terus menerus sehingga masyarakat di seluruh Indonesia dapat mengetahui bagaimana harus merespon dalam menghadapi situasi kedaruratan bencana. 

Penasehat museum gempa Prof.Sarwidi mengingatkan bahwa Jangan membiarkan ancaman menjadi bencana. Penggunaan pedoman struktur aman gempa dalam membangun bangunan juga sangat penting.Pembangunan rumah tahan gempa yang di Indonesia ada Risha, Barrataga,Simutaga dan Barralaga. Bangunan bisa dibuat tahan gempa.Setelah itu dilakukan pengendalian dalam penerapannya. 

Keluarga memiliki peran penting dalam pengurangan risiko bencana karena keluarga adalah struktur masyarakat terkecil pertama yang memberikan sosialisasi kepada setiap anggotanya. Keluarga dapat memberikan sosialisasi pendidikan bencana sejak dini terutama kepada anak-anak dan remaja. 

Tiga poin penting yang menjadi usulan program Keluarga Tangguh Bencana (Katana), yaitu: 
1. Katana dapat menjadi sokoguru ketangguhan komunitas dan keluarga terhadap risiko bencana 
2. Katana menggunakan informasi berbasis teknologi untuk memperkuat upaya-upaya ketahanan keluarga dan lingkungan dan ujungnya pada ketahanan bangsa 3. Katana harus melibatkan kelompok rentan,anak-anak,ibu hamil,lansia dan perempuan,harus dimulai dari keluarga untuk ketangguhan dalam menghadapi bencana, "Ungkapnya ( La/HMS)

Komentar Anda