Tuesday, 02 June 2020 | 05:39 PM

Atasi-Penyebaran-Covid-19,-Tim-Gugus-Tugas-Kota-Pangkalpinang-Lakukan-Rapid-Rest-117-Pedagang-Pasar-Pagi-
12 May 2020,07:29 AM

BangkaNews.id -- Pangkalpinang Sebanyak 117 pedagang di Pasar Pagi Kampung Melayu Kota Pangkalpinang dilakukan Rapid Test oleh Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kota Pangkalpinang.

Rapid Test massal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 diwilayah itu. Senin ( 11-05-2020 ).

Wakil Ketua Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kota Pangkalpinang, dr Hakim mengatakan, pihaknya menyiapkan 500 alat Rapid Test namun saat Rapid Test dilakukan di Pasar Pagi banyak pedagang yang takut untuk dilakukan pemeriksaan dengan alasan tanpa membawa KTP. 

"Pada Test massal ini hanya 117 pedagang yang mau di Rapid Test," katanya. 

Lanjut dikatakannya, Rapid Test di Pasar Pagi dilakukan karena banyaknya pengunjung atau pedagang tidak mengikuti protokol kesehatan yang sudah diterapkan oleh pemerintah.

"Kegiatan ini juga dilakukan sebagai antisipasi  dalam pencegahan jika ada pedagang yang terkonfirmasi reaktif. Alhamdulillah semuanya  non reaktif," ungkapnya.

Ia menambahkan pihaknya akan menjadwalkan untuk melakakuan test massal di sekitar Pasar Pagi sebagai antisipasi dini. 

"Saya imbau, baik itu kepada pedagang ataupun pengunjung untuk tetap selalu gunakan masker dan selalu jaga kebersihan," ucapnya. 

Ia mengatakan, kegiatan rapid test di Pasar Pagi Kampung Melayu tersebut dilakukan karena tidak semua pedagang maupun pengunjung telah mengikuti protokol kesehatan seperti yan diterapkan pemerintah.

"Rapid test ini juga dilakukan untuk antisipasi penanganan dan pencegahan jika ada pedagang yang hasilnya terkonfirmasi reaktif. Namun Alhamdulillah dari 117 pedagang yang dites tadi siang semuanya non reaktf," katanya.

Dikatakannya, pihaknya akan tetap menjadwalkan untuk melakukan kegiatan rapid test massal kembali kepada semua pedagang yang ada di Pasar Pagi Kampung Melayu.

"Tadi memang banyak yang takut dirapid test karena khawatir jika hasilnya reaktif dikucilkan oleh masyarakat, namun kami sudah menjelaskan bahwa hal itu belum tentu positif corona, melainkan sebagai antisipasi agar lebih mudah untuk penanganannya," katanya.

Ia mengimbau kepada semua pedagang maupun pengunjung untuk teta mengikuti protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak fisik dan rutin mencuci tangan,"ungkapnya. ( La )

Komentar Anda