Monday, 23 September 2019 | 07:33 AM

Serumpun Sebalai
17 April 2015,09:28 AM

BangkaNews-Ucapan Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani yang mengatakan miras masih menjadi kebutuhan masyarakat Babel banyak menuai kritik. Kritik pedas kepada politisi Golkar Kubu ARB yang juga pengusaha hotel  itu bukan saja dari kalangan profesional dan pemuda saja, melainkan masyarakat luas.

Sebagaimana diberitakan BANGKANews.com, Kamis (16/04)  Hidayat menyebutkan bahwa dari dulu hingga sekarang ini masyarakat Babel masih menjadikan arak sebagai kebutuhan yang melekat pada budaya Babel.

"..daerah kita daerah  pariwisata, dan miras masih menjadi kebutuhan masyarakat kita," ujarnya,  usai HUT Sat Pol PP di lapangan upacara Kantor Gubernur Provinsi Babel.

Di jejaring sosial facebook Wagub Hidayat Arsani di-bully habis-habisan. Netizen mengolok-olok Hidayat karena dinilai tak pantas seorang Wagub mengucapkan kata "Masyarakat Babel Masih Butuh Miras."

@Ahmad Syah Mirzan "Mantabbbbb.... Lanjutkan... Ayatnya: Al birru manittaqa.... Wkwkwkwkwk," tulis mantan Ketua KNPI Babel. 

Selain itu, Dosen UBB Indra Ambalika juga menulis, "hahahahaaa.. huik..."

Budayawan dan penulis buku Ian Sancin juga ikut menulis "Jika "si Pendekar Mabok" ini mengatakan; "sebagian minoritas BaBel (B: huruf besar karena dua pulau) masih membutuhkan miras" itu tepat, tepanya dijual buat ritual keagamaan bukan buat para pemabok!"

Tokoh Babel Zulkarnain Syamsudin juga ikut mengecam pernyataan Hidayat, "Astaufirullahilazhim. Ini pejabat publik atau nafsi pribadi. Jangan se-kali2 men-genaralisasi kebiasaan sekelompok orang menjadi budaya daerah. Pernyataan yg semberono cermin dari pikiran dan hati. gelap. Socrates : kamu adalah apa yang kamu pikirkan dan apa yg kamu nyatakan."

Akun facebook Amang Datoek, tidak terima pernyataan HIdayat, sebagaimana dilaman facebooknya dia menulis, "Wahh,,masyarakat Babel yang mana nih?Sy menentang keras pernyataan Wagub yang mengatakan ARAK adalah Budaya Babel.....Bnr" men woo,,, Ancoook gawe niiiiih......,"

@Endro Siswono "Doi kan terindikasi punya banyak "hiburan malam" jadi wajar lah statement nya begini, bisnis diambang krisis."

@Muhamad Romadhon, "Astagfirullahil. .aziem Tunggu bae azab. E...
.men nek Nyube e.....ancok lah babel..makin bebel... ."


@Erbebe Babe, "uh mak !!.. belum lama terkagum kagum pada Musa sihafis cilik dari Bangka."

@Idkham Bekam "Ancok gawe dayat ne...mon ne lah jadi ahok kedue....lah jls aturan agama dilarang bnyk kerusakan akibat alkohol...ngape nya dak menghormati aturan agama tu...jgn nue igak nyari harta dunia ne...halal k haram dihantam...kasian k generasi anak cucu kite..."

@Norix Novanka "Salah besar seorang pemimpin bicara seperti itu,jgn jadikan arak budaya lah,disini lah kesalahan yg bs menjerumuskan generasi ancok lilot,"

@Vito Sarbulan "masyarakat Babel yg mana??jgn mentang2 omset hotel,karaoke,diskotik yg semuen e serba plus2 tu naek jd bikin statement bw2 masy.Babel!stres ne orng,sy protes!!!"

@Taufik Djohar "Miras pembawa masalah"

@Mariza Siyong "Pertanda kiamat la dekat"

@Mochamad Khairul "Kayak2 dulu pas mencalonkan diri untuk jadi pejabat para sponsornya itu para pemilik pabrik miras dll. di tempat lain ada yang kaya gitu lho!"

@Iwan Iryana "salah nulis kali tuh: bukan wagub babel >> tapi wagub bebal"

Seorang guru, Kulul Sari, menuliskan "Mari kite bedoa dlm hati kite masing2 agar manusio sikok ni diberik peringatan lgsg dari yg maha kuasa....Amiiiiin ....."

Meski banyak yang mengkritik pedas, ada juga yang mencoba memberikan pandangan lainnya. Contohnya salah pemilik akun facebook  Teddy Malaka, menuliskan, "Mungkin perspektifnya bukan dari pandangan Islam, ada beberapa agama dan budaya masyarakat di Babel yg tidak melarang miras."

@Anto Muller, "Setuju pak wagub,saya dukung santai dan enjoy kita.kan yang ramai hanya di medsos saja,kalaupun di demo tinggal minta maaf saja.okeeee bung ali sadikin nya babel."

Termasuk Anggota DPRD Bangka Tengah yang juga politisi Hanura, Zamhari Alparizhi "Mungkin yg beliau maksud arak menjadi budaya saudara2 kita tionghoa, hanya penyampaiannya salah ditafsirkan...., BABEL kita islam mayoritas jadi sgt tidak mungkin arak menjadi budaya masyarakat babel dan saya haikul yakin Pa Wagub juga tahu.....yg perlu diatur PERDA tentang arak sebab sepengetahuan sy bagi masyarakat tionghoa arak juga bagian dari ritual mereka....( positive thinking _red)"

Namun, pernyataan Zamhari dibantah keras Amang Datoek,  "Dari kecil sy berkecimpung dlm pengembangan budaya daerah Babel, termasuk bergaul dgn rekan" keturunan Tionghoa berikut kebudayaan mrk....blm pernah ada istilah Arak adlh budaya Babel dan msh menjadi kebutuhan masyarakat Babel. Sekali ini sy bnr" gagal berpikir positif ttg pernyataan Wagub sang pendekar mabok... maaf bang Zamhari Alparizhi, soal arak sebagai bagian dari ritual masyarakat tionghoa ada bnr nya jg, tapi itu bkn lah budaya org" tionghoa di Babel. Kt jgn pernah menafsirkan hal mudhorat utk kebenaran...."  (ffn/02)

Komentar Anda