Monday, 26 September 2022 | 01:24 AM

Trending News
05 September 2022,10:30 AM

BangkaNews.id -- Pangkalpinang. Korem 045/Garuda Jaya mengadakan Bimbingan Teknis (Bimnis) Tingkat Korem bidang Perlawanan Wilayah (Wanwil) Tahun Anggaran 2022 yang di gelar dua hari Senin dan Selasa 05 sampai dengan 06 September 2022 di Aula Makorem.

Acara Bimnis dengan tema "Mewujudkan Apter yang Adaptif Melalui Penyiapan Wanwil Untuk Kepentingan Pertahanan Negara". Kegiatan di buka oleh Kasiter Kasrem 045/Garuda Jaya Letkol Kav Mujahidin mewakili Danrem Brigjen TNI Ujang Darwis MDA.

Bimbingan Teknis ini di ikuti oleh para Perwira Seksi (Pasi) dan Bintara Tinggi (Bati)  Seksi Teritorial semua Kodim jajaran Korem 045/Garuda Jaya dengan jumlah peserta 25 orang.

Danrem dalam sambutannya mengatakan Bimnis penting dilaksanakan untuk menyamakan persepsi kegiatan Binter khususnya bidang Wanwil dan langkah yang dilakukan oleh Satkowil dalam mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan dengan instansi baik Pemda maupun swasta di wilayah agar bersinergi dalam rangka pendataan serta pembinaan yang berkesinambungan untuk masa damai maupun kepentingan perang.

Kegiatan tersebut bertujuan agar aparat Satkowil dalam melaksanakan pendataan memiliki kesamaan dan standarisasi di lapangan serta mendapatkan data yang akurat, valid dan up date sangat menunjang keberhasilan dalam penyiapan komponen pendukung dalam perlawanan wilayah pertahanan.

Dengan adanya UU nomor 23 tahun 2019 tentang pengelolan Sumber Daya (SDN) Nasional, maka Aparat Satkowil harus mengetahui dan dan mengerti pentingnya regulasi untuk melaksanakan perannya di wilayah dalam  pembinaan SDN untuk pertahanan negara melalui program Wanwil.

Pembinaan SDN untuk pemeliharaan yang dilakukan salah satunya  melalui pendataan, agar pendataan oleh Aparat Satkowil memiliki kesamaan maka dilakukan pembekalan yang terdiri dari berbagai materi seperti: Norma standar, prosedur dan kriteria warga negara.

Selain itu norma standar, prosedur dan kriteria SDA dan SDA buatan komponen pendukung pertahanan negara dan  sarana prasarana sebagai pendukung pertahanan negara.

Selanjutnya pembuatan Peta Daerah perlawanan wilayah, pendataan pembinaan perlawanan rakyat serta pendataan pembinaan logistik wilayah.(Rh/tim)

Komentar Anda