Tuesday, 07 April 2020 | 06:52 AM

Malam-Pelepasan-Masa-Purna-Bhakti-Lurah-Gajah-Mada
02 February 2020,11:08 PM

BangkaNews.id, -- Masa pensiun bukan akhir dari proses aktivitas dan kreativitas, pengabdian tidak berhenti hanya karena kita memasuki Purna Tugas. setelah masa pensiun, semangat dan optimisme harus tetap menyala. Kontribusi seorang pensiunan justru semakin nyata dan diperlukan pada saat ia terjun dalam kehidupan bermasyarakat.

Kelurahan Gajah Mada melaksanakan Malam Pelepasan Purna Bhakti Lurah Gajah Mada bertempat di Kantor Lurah Gajah Mada  Jalan Kota Bumi III, Sabtu (01/02/2020).

Diawali dengan tarian Bedincak  dari SDN 42 Pangkalpinang sebagai pembukaa acara, diteruskan dengan pembacaan sebuah puisi yang mengetar hati dalam hening malam dibawakan oleh adinda Aulia dari Panti Asuhan Bina Harapan Gajah Mada Pangkalpinang.

Acara ini dihadiri oleh Camat Rangkui, Sekcam, Lurah se Kecamatan Rangkui, Ibu Tim Penggerak PKK Kelurahan, RT/RW, LPM, Karang Taruna, Destana Kelurahan, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Masyarakat sekitarnya.

Lurah Purna Bhakti Abdul Rani menuturkan riwayat pekerjaannya bermula dari pangkat/golongan I.b dikelurahan bukit besar sejak tahun 1981 selama hampir 20 (dua puluh  tahun), dikelurahan Air Itam selama 6 (enam tahun), dan dikelurahan Batu Intan sampai berakhir di kelurahan gajah mada dengan masa kerja 40 (empat puluh) tahun lebih,”tuturnya.

Masih dalam kesempatan yang sama A. Rani menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pegawai, RT/RW, LPM, Karang Taruna, Ibu PKK dan kepada masyarakat jika dalam masa kepemimpinannya ada salah kata dan perbuatan yang pernah dilakukan tolong dimaafkan,” imbuhnya.

Diakhir sambutannya Rani berpesan kepada pegawai kelurahan gajah mada agar bekerja dengan ikhlas jangan mengharapkan imbalan dari pekerjaan, karena kalian telah digaji oleh pemerintah dan dengan keikhlasan segala sesuatu akan mendapatkan ridho dari Allah SWT, dan A. Rani mengarapkan doa restu diberikan kemudahan jika diizinkan oleh Allah SWT untuk menunaikan rukun islam yang kelima,”pintanya.

Ibu Tim Penggerak PKK dalam sambutannya menyampaikan hal yang sama dalam logat lokal “ ikak ibu-ibu pkk semue akor-akor ok tunjukkan kek ibu lurah yang baru kelurahan gajah mada pacak, ko ge minta maaf kalok selama ne ade salah baek ko sengajek ape dak (kalian ibu-ibu pkk semuanya semoga rukun-rukun tunjukan kepada ibu lurah yang baru bahwa kelurahan gajah mada bisa, saya juga mohon maaf jika ada salah baik disengaja maupun tidak disengaja),” pintanya.

Perwakilan Karang Taruna dan LPM mengucapkan terima kasih atas kebersamaan pak A.Rani selama ini yang telah memberikan bimbingan dan fasilatas sehingga dapat bersinergi dalam setiap kegiatan yang dilakukan pihak kelurahan dan kecamatan, dan berharap walaupun tidak lagi menjadi lurah lagi di gajah mada agar dapat memberikan nasehat kepada LPM dan Karang Taruna dikemudian hari,” harapnya.

Dalam sambutanya Pak Camat Haris Munandar, S. STP. M.Tr.IP mengatakan setiap pertemuan pasti ada perpisahan, kami secara kedinas perpisahan ini tidak dapat dielakkan karena usia pensiun yang memisahkan.

Kami secara kedinasan menghaturkan permohonan yang sebesar - besar baik dari kecamatan maupun kelurahan jika dalam pergaulan selama dua tahun terakhir ini, ada tutur kata dan perbuatan yang tidak sesuai dengan syariat sekali lagi kami mohon maaf,”harap Haris.

Selanjutnya atas nama pimpinan Haris Munandar menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan terima kasih sebanyak-banyaknya, atas pengabdian dan loyalitas yang telah diberikan selama ini, dalam menjalankan tugas-tugas terutama di kelurahan.

Disampaikan juga bahwa loyalitas pak Rani kepada pemerintah kota pangkalpinang selama 40 tahun lebih terlewati tanpa cela hingga masa pensiun tiba, dalam menjalankan aktivitas dan rutinitas selalu disiplin waktu, pekerjaan dan kegiatan lainnya. 

Diakhir sambutannya Haris menyampaikan bahwa keluarga besar kecamatan tentu saja merasa kehilangan atas sosok pak rani (panggilan akrabnya) dan berharap untuk tetap menjaga tali silaturahmi.

Dipenghujung acara, Pak A. Rani beserta Ibu nampak begitu haru saat menerima ungkapan cinta dan terima kasih yang direfleksikan dalam bentuk pemotongan tumpeng dan cendera mata dari Kelurahan, Ibu Tim Penggerak PKK, Karang Taruna dan Masyarskat.
Kesempatan inipun tidak disia-siakan untuk  berfoto bersama maupun perorangan. Keceriaan pun mewarnai seolah menutup kabut kesedihan yang sempat terbersit di awal acara. (R2)

Komentar Anda