Wednesday, 13 November 2019 | 09:27 PM

Fokus
12 October 2016,11:38 AM

" Apalah tanda batang idat
Batang idat merah pucuknya
Apalah tanda orang beradat
Orang beradat tinggi marwahnya"

BangkaNews - Demikianlah pantun yang disampaikan Lembaga Adat Melayu Negeri Serumpun Sebalai Bangka Belitung, yang menyikapi pernyataan Ketua PDI-P Megawati Soekarno Puteri. 

Dalam Keterangan resmi yang disampaikan LAM Negeri Serumpun Sebalai DR Dato Seri Radindo H Ibnuhajar Mustafa. Menurutnya, lembaga adat melayu menyatakan kekecewaannya atas pernyataan tokoh nasional  Megawaty Soekarnoputri yang mengidentikan prilaku sikap kasar, bahasa jorok dan tindakan bengis sdr Ahok sebagai identik dengan kebiasaan orang Bangka Belitung.

" Anak kalimat Ibu Megawaty, kalau gak begitu (mulut kotor, kasar dan bengis), namanya Ahok bukan orang Bangka, sungguh sebuah pernyataan yang menggeneralisasikan orang Bangka berperangai buruk seperti yang dipertontonkan Sdra Ahok: tidak beradat!.," tulis  Ibnu Hajar.

Sambungnya, pernyataan Ibu Megawaty sangat melukai hati seluruh masyarakat Bangka Belitung  yang mayoritas pribumi Melayu yang berpegang teguh pada Adat bersendikan syara.

" Syara bersendikan kitabullah --  dengan jatidiri Melayu yang bijaksana, ramah tamah, bertutur kata tak terkira, menyanggah dengan senyum, marahnya dengan diam,  kurang ajarpun tetap santun, menikam lawan dengan pantun," paparnya.

" Sdra Ahok, benar kelahiran Belitung, tapi jauh dari adab, adat dan nilai-nilai kesantunan Melayu Babel. Janganlah: "karena nila setitik, rusak susu se belanga". sambungnya.

Terkait pernyataan itu, Lembaga Adat Melayu Negeri Serumpun Sebalai Bangka Belitung mendoakan,  Semoga mantan peesiden RI ini   menginsyafi  bahwa ucapan dan tindakannya berkenaan dengan  isue Ahok, mengandung kekeliruan yang fatal.

" Kami berharap  Ibu Megawaty (putri kandung dari Allahyarham Haji Soekarno yang menyatu dengan ruh Menumbing paku aras pulau Bangka)   berani jujur meralat ucapannyanya, demi kehormatan rakyat Bangka Belitung  serta bagi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Amin," tutupnya. (aq3/01).

" Buah duku bukanlah langsat
Mangga asam  berserakan di jalan
Sebelum jauh langkah ..tersesat
Pulanglah Ibu Mega ke  awal  jalan"

Seperti diberitakan media nasional dan dikytip dari beritaislam24h.com 
, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengaku heran dengan banyaknya pihak yang menyebut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) memiliki mulut yang tak bisa dijaga, sehingga mengeluarkan kata-kata yang buruk. Megawati menilai Ahok bersikap itu merupakan hal yang wajar karena merupakan orang Bangka Belitung. Hal ini, kata dia, juga disampaikan ke Presiden Joko Widodo.

" Banyak orang berikan sentimen emosional katakan Pak Ahok itu mulutnya agak kelewatan. Kalau saya sampai bilang ke tingkat Presiden Pak Jokowi,  Kalau Pak Ahok mulutnya enggak begitu dia bukan orang Bangka," kata Megawati di Rumah Dinas Bupati Blitar, Senin (10/10).

Ahok yang duduk di sebelah Megawati hanya tersenyum mendengar pernyataan Megawati tersebut. Presiden kelima Indonesia ini mengutarakan, apabila Ahok orang Jawa mungkin saja mantan Bupati Belitung Timur tersebut memiliki tutur kata yang baik.

Tak hanya itu, Megawati pun mencontohkan sebagian orang Batak ketika sedang bernyanyi dikira sedang berteriak. Padahal orang Batak memang memiliki suara yang keras walaupun sedang tak marah sekalipun.

" Kalau ada saudara-saudara dari Batak, kalau bernyanyi dikira teriak-teriak," kata Megawati yang disambut tawa.

Maka dari itu, Megawati menyatakan keheranannya dengan banyaknya orang yang menilai Ahok hanya dari tutur katanya. Menurut dia, seharusnya masyarakat dapat melihat program-program apa yang telah ditelurkan Ahok selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

" Jadi kenapa dimasukkan ke sentimen negatif. Seharusnya lihat program-program kerjanya," ujarnya. 

Komentar Anda