Wednesday, 21 August 2019 | 07:57 PM

Proses-Rekam-Biometrik-JCH-Pangkalpinang-Terkendala-Jaringan-
15 July 2019,07:01 AM

BangkaNews.id -- Palembang Proses rekam biometrik Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kota Pangkalpinang yang tergabung dalam Kloter 9 Embarkasi Palembang yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada Minggu, 14 Juli 2019 sesaat setelah kedatangan JCH di Asrama Haji Embarkasi Palembang tertunda karena terkendala jaringan.

Dari hasil pantauan tim redaksi di lapangan, sebelum kedatangan JCH asal Kota Pangkalpinang tersebut, proses rekam Biometrik di Asrama Haji Embarkasi Palembang berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan, baru setelah giliran JCH asal Pangkalpinang, proses rekam Biometrik tersebut tidak bisa dilakukan lagi karena terkendala jaringan.

Terkait hal ini, Kepala Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang yang juga bertugas sebagai Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) kloter 9 Embarkasi Palembang, H. Abdul Rohim, S.Ag., M.H. menjelaskan, pihaknya juga telah mendapatkan laporan dari petugas terkait kendala yang dihadapi dalam proses rekam Biometrik ini.

"Pihak petugas juga sempat menawarkan alternatif pelaksanaan rekam biometrik dilakukan dengan mendatangkan pihak ketiga dari Tanggerang dan akan dilakukan pada pukul 23.00. WIB malam ini", jelas Rohim

Menanggapi hal tersebut, Rohim mengungkapkan, beliau sempat menolak alternatif yang ditawarkan tersebut dengan pertimbangan apabila rekam biometrik tersebut dilakukan pada pukul 23.00. WIB. malam, maka para JCH hanya mempunyai sedikit kesempatan untuk beristirahat, sementara besoknya, Senin, 15 Juli pukul 04.00 WIB, para JCH tersebut sudah harus berada di Aula Asrama Haji kembali untuk persiapan keberangkatan menuju ke tanah suci.

"Proses rekam Biometrik untuk ratusan JCH tersebut memakan waktu paling cepat 3 jam, berarti bila dimulai pada pukul 23.00. WIB diperkirakan akan selesai pada pukul 02.00. WIB dinihari nanti. Dan hal tersebut tentu akan membuat kondisi fisik JCH menurun dikarenakan kurangnya waktu istirahat," jelas H. Rohim.

Ditambahkannya, beliau pun akhirnya menyarankan kepada pihak petugas bahwa rekam biometrik untuk JCH Pangkalpinang tersebut agar dilakukan di Madinah saja dengan pertimbangan demi menjaga kondisi kesehatan JCH.

"Saya berharap agar kedepannya Pemerintah dapat mempertimbangkan pengadaan alat rekam biometrik ini di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sehingga proses rekam Biometrik ini dapat dilaksanakan di Asrama Haji Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saja agar dapat lebih memudahkan para JCH asal Kota Pangkalpinang." pungkasnya. ( Gg )

Komentar Anda