Wednesday, 13 November 2019 | 09:39 PM

Trending News
13 October 2019,12:47 AM

BangkaNews.id -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) Doni Monardo Menjelaskan sambil Mengelilingi Hutan Mangrove Dari segi ekonomi, kawasan mangrove juga menjadi rumah-rumah bagi kepiting dan udang yang memiliki nilai jual tinggi. Selain itu, pemanfaatan mangrove sebagai kawasan wisata seperti yang sudah dilakukan Bangka juga bisa menghasilkan pundi-pundi ekonomi yang berkelanjutan, asalkan pengelolaanya sesuai dengan keberlangsungan daripada ekosistem mangrove itu sendiri.

Kawasan Konservasi Mangrove Kuarau Barat telah menyabet penghargaan bergengsi Kalpataru pada bulan Juli 2019 lalu. Mulanya kawasan ini hanya memiliki luas 213 hektar.

Berkat usaha penanaman mangrove yang dilakukan sejak 2004 lalu dengan tingkat prosentasi keberhasilan pertumbuhan hingga 90% itu, kawasan semakin meluas hingga 800 hektar. Selain konservasi dan wisata alam, hutan mangrove yang memiliki empat jenis tanaman masing-masing; Rizophora, Avicinea, Soneratia Alba, Api-api itu juga menjadi lokasi favorit para pecinta fotografi burung dan alam liar. Selain itu banyak peneliti yang keluar masuk di wilayah lingkungan yang sangat terjaga dan terawat kelestariannya tersebut.

Bicara soal penanaman pohon,sang jenderal yang juga pernah menjabat sebagai Danjen Paspampres ini seperti tak pernah kehilangan energi. Semangatnya terus ada meskipun rutinitas sangat padat. Bahkan sejak turun pesawat dari kunjungan kerja di Belitung, sang jenderal langsung berjalan cepat menuju sisi kanan jalan pintu masuk bandara untuk menanam pohon jenis Ketapang Kencana. Panitia telah menyiapkan 50 bibit untuk ditanam di sekitar lokasi tersebut. Penanaman itu juga dibantu oleh satuan TNI AD yang bertugas di Provinsi Negeri Laskar Pelangi.( La)

Komentar Anda