Monday, 17 June 2019 | 11:34 PM

Yuslih-Membuka-Jambore-Daerah-HW-Muhammadiyah-
17 November 2016,11:06 PM

BangkaNews - Sebanyak 150 orang siswa/siswi MTS, SMP, SMA dan MA dari perguruan Muhammadiyah se-Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung mengikuti Jambore Daerah ke-I Hizbul Wathan Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Tahun 1438 H/ 2016 M. Kegiatan perkemahan dipusatkan di lingkungan Islamic Center Desa Padang Kecamatan Manggar, dibuka secara resmi oleh Bupati Belitung Timur (Beltim) Yuslih Ihza.

Dalam kegiatan nanti, Selama tiga hari dari Kamis, (17/11) hingga Sabtu, (19/11) peserta jambore akan mengikuti upgrading atau penataran tentang keorganisasian Hizbul Wathan (HW), kegiatan ibadah, serta pendalaman tentang ilmu keislaman. HW sendiri merupakan gerakan kepanduan islami yang berada di bawah bimbingan Organisasi Muhammadiyah.

Sekretaris Panitia Kegiatan Suhardi HZ, mengungkapkan ini adalah Jambore Daerah Pertama HW di Provinsi Kepulauan Babel. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka peringatan Milad atau Ulang Tahun Muhammadiyah ke 107.

" Pendidikan kepanduan yang dilakukan oleh HW adalah untuk menanamkan aqidah Islam dan membentuk peserta didik berakhlak mulia. Untuk upgrading, kita mendatangkan langsung pengajar dari Magelang Jawa Tengah dan Sidoarjo Jawa Timur," ungkap Suhardi.

Lebih lanjut Kepala MTS Negeri Gantung ini menjelaskan sebenarnya gerakan HW sudah lebih dulu dikenal masyarakat Indonesia sebelum pramuka. HW pertama kali didirikan oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan pada tahun 1918 dengan nama awal Padvinder Muhammadiyah.  

" HW didirikan untuk menyiapkan dan membina anak, remaja, dan pemuda yang memiliki aqidah, mental dan fisik, berilmu dan berteknologi serta berakhlak karimah dengan tujuan terwujudnya pribadi muslim yang sebenar-benarnya dan siap menjadi kader persyarikatan, umat, dan bangsa,"  terang Suhardi.

Saat ditanya apa perbedaan antara Pramuka dan HW, Guru MTS Negeri Manggar ini menyatakan tak banyak peredaan. Pada prinsipnya HW dan Pramuka sebagai gerakan kepanduan mempunyai tujuan yang sama yakni mendidik anak bangsa, hanya saja Kepanduan HW lebih menekankan kepada kepanduan Islami, dengan menerapkan akidah islam dalam setiap aspek kepanduan.

“Sistem pendidikannya tetap sama, tetapi metode dan teknik pelatihannya disesuaikan dengan tuntutan perkembangan peserta didik masa kini. Demikian juga seragam dan atribut yang dikenakan, diusahakan sesuai selera anak muda dan norma agama,” jelasnya. @2!

Sementara itu dalam arahannya Bupati Beltim Yuslih,  menyambut baik kegiatan jambore. Ia ingin sesuai tujuannya kegiatan akan dapat menciptakan Akhlaqul Qarimah di kalangan peserta didik.

" Generasi muda kita harus diajarkan pendidikan yang islami, cinta dengan agama, keluarga dan bangsanya. Saya yakin kegiatan ini akan membawa dampak positif bagi genarsi muda khususnya yang ada di Belitung Timur," ujar Yuslih.

Yuslih juga berharap gerakan Kepanduan HW dapat membentuk watak karakter dan kepribadian generasi muda Muhammadiyah, tempat menempa keterampilan dan pengetahuan. Juga sekaligus memupuk jiwa disiplin dan membina semangat kebersamaan untuk menjadi wahana mewujudkan warga bangsa yang berkepribadian, berwatak dan berakhlak mulia.(hmsbeltim/01)

Komentar Anda